DIAGRAM TRAPESIUM USIA SAYA









Text Box: 22- 60 tahun



Text Box: 65 tahun


Text Box: 5-20 tahun

 

 

 


                                             

 

Kegiatan 1. Trapesium Usia

5 – 20 Tahun      : Usia Sekolah

22 – 60 Tahun    : Mulai bekerja dan produktif berkarya

65 Tahun             : Pensiun

 

Tugas 1. Refleksi

Peristiwa Positif

Peristiwa positif yang dialami yaitu, sudah lancar membaca sejak usia TK membuat saya haus buku bacaan.  Hal ini membuat saya sangat bahagia karena mendapatkan hadiah sekardus buku bacaan dan majalah dari keluarga bupati kabupaten Oecusse, Timor-timur yang saat itu masih menjadi bagian dari Indonesia. Sewaktu pindah di Gunungkidul, dan masih duduk di bangku sekolah dasar, saya sering mengikuti berbagai lomba mewakili sekolah. Rasa bangga membuat saya semakin bersemangat untuk belajar.

Peristiwa negatif

Pernah menjadi korban perundungan di masa kanak-kanak membuat saya cenderung tidak percaya diri, memiliki rasa takut berlebihan. Di samping itu, pernah mengalami masa tak nyaman karena dijadikan pembanding orang-orang hebat hanya untuk dijadikan korban perundungan non verbal oleh orang-orang terdekat membuat saya lebih menikmati fase stagnan dalam kehidupan.

Siapa yang terlibat

Teman sekolah dan orang-orang yang tidak perlu disebutkan dengan berbagai pertimbangan

Dampak emosi

Dampak emosi bagi saya, jelas mengerdilkan mimpi dan banyak hal yang mampu menumbuhkan semangat untuk bangkit dari rasa tak nyaman.

Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat memengaruhi diri saya di masa sekarang?

Momen tak baik di sepanjang hidup memengaruhi saya untuk membuat anak-anak dan siswa didik merasakan kenyamanan dan kebahagiaan dalam tumbuh kembangnya, tanpa dikerdilkan oleh suasana tak nyaman efek perundungan. Karena akan berpengaruh bagi kondisi psikis dan perkembangan kehidupan mereka saat ini, nanti dan kelak. Agar anak-anak menjadi generasi hebat dengan karakter jiwa yang kuat.

Hobi membaca ini terbawa hingga sekarang dan membuat saya mencoba belajar menulis. Sebuah keberuntungan bagi saya mampu mencetak 110 exemplar novel pertama.

 

Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapezium usia dan roda emosi, terkait peran saya terhadap peserta didik saya?

Pelajaran hidup yang bisa diperoleh, yakni, perlunya mensyukuri apa saja yang dimiliki dan mengembangkannya tanpa perlu mendengarkan suara sumbang yang hanya akan mengerdilkan mimpi serta mengacaukan emosi kejiwaan. Tentunya, belajar dari pengalaman yang saya alami harus menjadi sebuah pembelajaran penting dalam kapasitas saya sebagai seorang guru. Mengembangkan kemampuan anak, menjadi pendorong dan penuntun anak dalam menggali potensi dirinya baik akademik maupun non akademik sebagai bekal hidupnya nanti dalam kondisi jiwa yang bahagia dan terhidar dari berbagai praktik perundungan di kehidupannya.

Guru turut serta dalam penggalian potensi agar siswa mampu mengahasilkan karya yang membuatnya bangga dan bahagia terhadap apapun yang dimilikinya.

Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru dalam 1 atau 2 kalimat menggunakan kata-kata “guru”, “murid”, “belajar”, “makna”, “peran”?

Guru memiliki peran penting dalam proses belajar siswa, agar proses tersebut penuh makna mendalam yang mampu menjadikan pondasi awal kehidupan yang sukses maka guru harus selalu belajar dan berinovasi membuat kegiatan belajar sangat menyenangkan dan penuh makna.

 

 

 

TUGAS REFLEKSI DIRI

NAMA :HEVI LISTIANA SRI RUPATMI,S.Pd.SD

 

 

Comments

Popular Posts